Kamis, 03 Maret 2011

WHEN NOBODY BECOME SOMEBODY(CHAPTER 1)

Yo! This is my orific~ well, I still have a assignment for my friend. Ore no pokemon fanfict. But I’m stuck and I’ll continue it tomorrow. May be? O.o I’m still stuck either at my practical test  too bad *sobs* well enjoy it!

WARNING:THERE’LL BE A LOT OF TYPO AND IT’S INDONESIAN. I STIL DON’T HAVE ANY IEDA TO MAKE IT INTO ENGLISH LANGUAGE.

When Nobody Become Somebody
3 March 2011 © by Arisualicemalice
Published at malicepandorahearts.blogger.com

“Gelap… Gelap…”

Ya, sebuah suara memanggilku. Siapakah itu? Aku tidak dapat mengingat apapun yang terjadi sebelum ini. Tunggu, sebelum itu… Siapakah aku?

Chapter 1: Blank Memories; who am i?

“Oi… Oi… Apa kau tidak apa-apa?!” seorang pemuda berambut blonde keemasan duduk tepat disampingku dan mengipasiku dengan tangannya. “Hei, kau sudah sadar!?” tentu saja sudah! Apa dia tidak dapat melihatnya! Ah, sudahlah aku terlalu pusing untuk menjawabnya kepalaku sakit. “Hei, setidaknya jawab aku dong!” dia itu menyebalkan sekali! “Iya, aku tidak apa-apa. Dan bisakah kau diam!? Di manakah aku sekarang,” Aku mengubah posisiku dari tiduran menjadi duduk. Aduh, benar-benar deh kepalaku sakit sekali. “Ya, baguslah kau tidak apa-apa! Sekarang? Ini di hutan sebelah selatan Mt.Xrenox. Lagipula siapa namamu?” Aku mengerutkan dahiku. Mt.Xrenox? Hah? Aku benar-benar tidak mengetahui ada apa dan tempat apa atau dimensi apa bahkan dunia apa saat ini. Ya, rasanya aku seperti… Bayi yang baru lahir lagi! Setidaknya aku lebih pintar. “Aku, namaku…” namaku… Namaku… Hah, nama? Nama!? Gawat aku benar-benar tidak ingat apa-apa soal nama!! “Hei, ada apa? Kau tampak pucat sekali? Kalau begitu aku saja yang memperkenalkan diri duluan! Namaku Knox van Heusen.” Aku hanya bisa menatapnya syok. “Maaf, aku nggak ingat namaku,” jawabku blak-blakan. “Ha? Nggak ingat!? Jangan bercanda! Orang aneh, kau pingsan ditengah hutan dan nggak ingat namamu sama sekali?” Dan dia tertawa, keras. Keras sekali. “H-hei! Nggak ada yang perlu ditertawakan!! Aku benar-benar nggak ingat! Aku juga nggak tahu kenapa bisa tiba-tiba disini dan aku benar-benar nggak ingat tentang apa yang terjadi padaku sebelumnya!” Menyebalkan sekali orang itu! Masa tiba-tiba dia menertawakanku!! Aku benar-benar nggak ingat apa-apa! “Maaf-maaf! Ah, benar deh. Baru pertama kali aku bertemu orang sepertimu! Hahaha, yah… Kalau begitu buat saja namamu sendiri!” Aku menatap penuh tanya. “Namaku… Sendiri?” tanyaku seperti orang bodoh. Ya, orang yang memang bodoh. “Ya! Sebenarnya aku iri kau dapat membuat namamu sendiri!” Dan dia tersenyum. ‘Cowok aneh’ pikirku. Jujur saja aku nggak mendapatkan ide sama sekali. “Kau saja yang menentukan nama untukku,” hah! Kenapa aku berkata seperti itu! Dia tampak kaget, apa aku mengatakan hal yang salah ya? “Baiklah, untukmu ya? Rambutmu warnanya merah, matamu coklat-“ “Sudahlah cepat!” “Baik-baik nona muda. Ravierre Crimson? Bagaimana?” ……… Blank, aku nggak bisa berfikir negative lagi tentang cowok didepanku ini. “Hei, ini sudah menjelang malam! Kau benar-benar nggak ingat siapa kau sebenarnya sebelum ini?” Aku hening sejenak. “J-jujurnya sih, a-aku nggak tahu. Aku nggak ingat dan benar-benar…” Ukh, menyebalkan, sebenarnya aku ini siapa sih? Kenapa aku ‘terdampar’ disini? Sebelumnya, aku ini apa… Apa yang terjadi? Siapa aku? “Yah, kalau benar-benar nggak punya tempat tinggal sih, kau bisa ikut aku ke desa. Tidak terlalu jauh dari sini sih, tapi itu kalau kau mau, Ravierre..” Apa? Tadi dia memanggil namaku? Dan, baiklah aku terpaksa, ingat TERPAKSA! Ikut dengannya! “Ya! Ayo! Aku juga agak lapar! Kita segera ke desa yang kau maksudkan saja!” Aku segera mengambil komando dengan berjalan didepannya, Dan memulai trip ke desa tersebut, ‘kan katanya tinggal mengikuti jalan saja. “Hoi, tunggu! Desa yang kumaksud adalah desa Taishou bukan Hana!” Baik! Ini rumit! “Memang bedanya apa!?” teriakku. “Kau sedang berjalan ke desa Hana! Aku ke desa Taishou! Kalau ke desa sana nanti ada apa-apa denganmu!” Bagus! Aku salah jalan!! Salah belok! “T-tunggu aku! Knox!!” Lagi-lagi aku berlari-lari kecil dibelakangnya. Tunggu sebelumnya rasanya, aku pernah melakukan hal ini juga? Tapi entahlah itu hanya perasaanku saja! “Hei, Knox, aku ngantuk,” mataku buram. Aku juga lelah, haah… “Ya ampun, kau ini sangat merepotkan! Baru juga beberapa menit kita keluar hutan dan aku baru mengenalmu dan kau ini sangat menyebalkan!” “Salah sendiri desanya jauh sekali!!” Balasku. “Iya-iya! Sedikit lagi sampai kok!!” Pada akhirnya yah, aku tetap berjalan. Dengan ngantuk-ngantuk tentunya. Tentu saja aku nggak tahan lagi! Rasanya capek sekali! Hah? Kenapa pandanganku agak gelap? Aku juga lapar… Uh… “O-oi! Ravierre!!” Knox? Aku nggak bisa mendengarmu dengan jelas…

T-terang, terlalu terang… Pengap, rasanya ada banyak sekali orang disini? DImana ini? Apakah, sudah di desa? Kalau iya ini dimananya? Di rumah siapa? “Kau ini merepotkan sekali!! Jangan tiba-tiba pingsan begitu bodoh!” Knox ya? Ya, pasti dia! Aku menyibakkan selimutku dan… “Sudah kubilang aku capek! CAPEK! LELAH! MENGERTI!!? DAN KAU MENGHIRAUKANKU BEGITU SAJA!! DAN TETAP MEMAKSAKU BERJALAN!!?” Mata saphirenya tampak kaget dan siap membalasku, yah siapa takut!? “Yare-yare, sudah hentikan! Berisik tahu! Seluruh anggota ‘guild’ sedang tidur nih!” Sesosok gadis berambut peach dan bermata hitam keluar dari pintu disebelah kananku. Oh, jadi ini ruang tamunya dan yang menjagaku dari tadi si sial Knox!!? Sialan!! “Xion? Kau terganggu ya? Bagaimana anggota yang lain?” ‘Yah, sedang badak-badaknya tidur. Untung nggak ada yang terganggu, dan aku memang sedang piket jaga. Dan siapa nona muda ini?” Eh, ada apa ini? “Xion kenalkan ini Ravierre, Ravierre ini Xion,” err, entahlah aura-auranya dia nggak menyenangkan, yah kuakui nggak seramah Knox saat dihutan tadi. “Wah, Ravierre? Nama yang indah! Senang berkenalan denganmu!” Dia mengulurkan tangannya, dress berwarna vermilion itu sangat cocok untuknya. “Salam kenal,” jawabku singkat tepat jelas dan padat. “Emm, kalau boleh cerita sebenarnya aku ini nggak ingat siapa diriku, namaku tadi juga Knox yang memberinya. Begitulah,” jelasku. Biar mereka nggak salah paham. Xion maksudku. “Wah, anak yang jujur! Cantik dan manis pula! Apa ia akan berguna bagi ‘guild’ ini, Knox?” jawab Xion dengan senyum yang mengerikan dimataku. “Entahlah, tetapi sepertinya nggak,” apa!? Apa Knox meremehkanku!? Nggak bisa dibiarkan!! “Maaf sebenarnya guild itu apa? Dan apa yang kalian maksudkan dengan keberadaanku akan berguna atau nggak?” Aku nggak mau dimanfaatkan seenaknya ! “Guild? Baiklah, kami akan jelaskan tetapi dengan syarat kau harus menjadi anggota dan harus berguna, walau sedikit itu nggak apa-apa,” jawab Xion. “Deal!” jawabku dengan (sangat) semangat. “Guild ini, disini adalah tempat dimana orang-orang seperti ‘kami’ berkumpul. ‘Kami’ adalah orang-orang yang dulu, sewaktu kami masih sangat kecil kami diambil oleh pemerintah. Mereka menjadikan kami bahan percobaan… Kami yang bertahan hidup dan memiliki ‘skill’ masing-masing membuat suatu tempat dimana kami dapat berkumpul.” Mengerikan. Itu yang ada diotaku sekarang. “Skill macam apa?” BUODOOOHNYA KAU RAAVIIIEREE!! Kau dapat membuat mereka tersinggung!! Ah biar! Aku ingin membentak diriku sendiri!! “Anggota kami sekarang ada 8 orang. 5 sedang pergi mengerjakan ‘tugas’ dan disini sekarang adalah aku(Knox), Xion, Vivienne dan kau! Dan skill masing-masing yah, jujurnya aku nggak mau menunjukan kemampuanku didepan rookie sepertimu,” “Kau meledekku Knox!!?” “Sudah-sudah! Biarkan aku menunjukan kemampuanku ya, Ravierre?” Euh, Xion sepertinya dia mengerikan? Tunggu! Apa itu di tangannya!? Seperti ada simbol! Bentuknya emm… Angin? Angin? ANGIN!! “Xion! Kau dapat menerbangkan guild ini!!” Woah!! Anginnya kencang sekali!! Tidak skillnya artinya mengendalikan angin!! “Knox nggak mungkin ‘kan ada tornado didalam rumah!!?” jeritku. “Kalau untuk Xion dimanapun dia menginginkan ada tornado terjadi dia bisa melakukannya!!” Knox berpegangan pada tiang terdekat dan aku bersembunyi di balik sofa. “Xion cukup! Hentikan!!” Anginnya… Mereda? Seram!! Aku nggak bisa membayangkan kemampuan yang lain, terutama Knox… “Tenanglah Knox, baru hancur ‘sedikit’ kok. Lagipula kau yang memiliki daya penghancur paling besar dan terkuat diantara kita semua kenapa sewot begitu?” Tanya Xion dengan senyum ‘khasnya’. “Ada anak baru disini, aku nggak mau dia kenapa-kenapa,” Xion tersenyum meledek. “Jam 5 pagi, sudahlah sudah! Aku akan berusaha berguna kok walau nggak punya kemampuan apa-apa!” jawabku panik… Dan nggak percaya diri. “Oi, jangan bicara begitu! Siapa tahu kau memiliki skill yang lebih baik dari kami semua Ravierre, lagipula kita juga memiliki misi baru yaitu-“ “Mencari ingatan dan alas an kau berada disini, ya ‘kan Knox?” Gadis berambut brown itu muncul mendadak. Itu pasti-“Vivienne!” Knox tampak terkejut. “Oh, jadi itu Vivienne,” celetukku. BODOOOHNYAAA!! “Aku sudah dengar semuanya dan tanya bagaiman Knox, kau berisik aku terbangun. Nah selamat dating anak muda! Siapa namamu? Oh ya Ravierre. Selamat dating di NAMELESS GUILD!!” Sepertinya aku akan memiliki hidup baru yang sangat berat!!


~~TBC ~~

Wao, it seems a bit fail? Np, I’ll do my best next… Time? Hohohoh!! I usually listened to some songs when I do something here the list I heard! All japaneese but it’s not bad! :D

~Straight Jet-Minami Kuribayashi (OP anime Infinite Stratos)
~Taishou.a-aNnina(Higurashi naku no koro ni)
~Parallel Hearts-Fiction Junction(Pandora Hearts)

Wait! Don’t close your windows also! I’ll give you the biodata chara! Here’s the two-baka-pair upstairs! Ravierre and Knox! AS the Ravierre the center of the storry I’ll draw her first and tried to coloring her! (I do some also) tadaa chara biodata!

Ravierre Crimson
Real name: (secret)
Age:about 15
Clothes:A pair of shoes, a jacket coloured yellow and a mini skirt coloured soft yellow.
Hair color: Red, crimson
Eyes:brown
Height:58kg
Weight:165cm
Skill: (secret)

Knox van Heusen
Age:about 15
Clothes:a pair of shoes, a jeans coloured black a jacket coloured black and a white t-shirt.
Hair color: blonde.
Eyes:gold
Height:60
Weight:170
Skill: (revelaed on chapter 3)