Sabtu, 30 Oktober 2010

the way i love you and i will always love you

He, the one who fallen.

She, the one who got his care.

Me, the person who always make a hope.

But, at last… It just a reminiscence between us boys.

You with her leave me alone.

The melody is revolving inside my head, the moment we passed by…

Turned up like a film inside myself..

Do you remember when you said “the melody is for you, my special one,”

And I smiled innocently

But, I don’t know what is your reason that you leave me so.

And you choose another girl.

And you broke up with her.

And we just become a friend after all.

But I know, you still love her very much.

And that’s not me.

I can accept it.

As long I can stand beside you it’s ok.

Even I’ve never said ‘I love you’.

I do, I love you.

I promise you that I’ll stand beside you if you need me.

Altough it just make me feel more pain I don’t care.

As long you’re happy it’ll be ok


by:Malice Baskerville

Jumat, 29 Oktober 2010

Reminiscence

Here i am, in this night. Wait like always no matter how long i'll wait...
i already forgotten how to love somebody
how to fallen
how to felt the differents heartbeats.
Otherwise, i rewind that time again...
You were there when i need you, you were there always...
I've broke our promise to share...
I'm to scared to say...
But nothing tell me what must i do... Who's fault is that?
Me of course...
I miss the night when we spent it together...
Altough you've never text me anymore i still wait...
Altough you'ce changed i still saw you like the first time i know you...
When will we chat together until we felt sleepy?
When you pick me up?
When will we spend the night together like the usual things we do?
The melody is revolving in me...
The reminiscencelike bring me inside the Maze...
Will our heart still linked each other?

The things i regret most is...
Why i cant say that i love you when we still together?
You always say that, that time...
Everynight before sleep...
I miss the time when we tease each other...
May be my heart refuse this whil typing this. It just cant be honest at the time
But when you came, the teardrops wont stop even i dont know why..
All i know just...
Just...
I miss you... i wanna chat again until we felt sleepy
under the velvet moon...
keep chat until we sleepy...
until everythings ended...



-Will of Abyss-

Sabtu, 23 Oktober 2010

Watashi no Hontou

Watashi wa chōdo sore o subete ukeireru hitsuyō ga aru, sore wa daijōbudesu yo. Mo, anata wa ima watashi ga kirai ka, matawa watashi wa daijōbudesu yo samuku natte kōdō kaishi. Sono anata no choisu... Shikashi, kore wa kore wa watashidesu watashi ni wa.. Kore wa watashi ni watashi wa hōhōdesu.Watashi mo kiratte naite imasendeshita. Watashi wa aki made kawaisō ni watashi ni iku nda. Kurayami no naka ni gaitō suru. Kisu wa watashi no tame ni keiyaku sa rete imasen. Idaki wa tada goraku de wa arimasen. Watashi wa, watashi no sonzai wa,-zai o okashite wa naranaidesu ka? Dakara watashi wa, ito-teki ni, anata wa watashi o nikumu koto. Nazedesu ka? Anata ga sagashi tsuzukete kudasai. Watashi wa ōku o kitai shite inaikeredomo.Watashi wa aisa retai. Nani wa subekide wa nai? Watashi wa sore wa subekide wa nai nani ga kowai? Watashi ga kanjiru koto wa, anata no tame ni machigatte iru ka? Watashi wa chōdo aisa reru ni wa,-ai o shitai. Watashi wa, saraninode, watashi no kioku no shiranai uchi, shitte itamonono, kowai.

Watashi wa, watashi jishin no sonzai nitaisuru hantai... Watashi wa kowai..

Hai, watashi ni wa anata wa hontōni tokubetsuna monodesu. Anata wa, watashi wa kanashiiga sore o sa rete inaite iru toki watashi no tame ni itsumo soko ni iru? Kizutsui? Kawari ni watashi o mamotte nda? Watashi no daisukina..

Hai. Watashi no saiai no ichi..

Jumat, 15 Oktober 2010

Hai, Sahabat!

Hai, halo. Aku tahu kamu tidak mengetahui saya dan mengenal saya. Mungkin ada beberapa dari pembaca yang mengetahui saya tetapi tidak ada yang benar-benar mengenal saya. Nah, sekarang saya mau membuat surat. Yang sangat tidak penting. Terserah mau berfikir sekarang saya seperti apa. Yang jelas setelah ini tidak perlu berharap lagi...

Hey, sahabat...

by Malice Baskerville on Friday, 15 October 2010 at 15:43

PROLOG

Saya tidak pernah bermaksud apa-apa ketika menuliskan hal ini. Aku, seperti biasa menuliskan apa yang kurasakan dan kupikirkan. Jadi kawan-kawan yang merasa tersinggung aku minta maaf ya. Aku tidak bermaksud menyindir kalian. Sungguh.

Yah, aku juga bingung mau menulis apa lagi di prolog singkat dan tidak jelas ujung-pangkalnya ini. Hahaha, untuk sahabatku, kalian lebih dari sekedar sahabat untukku. Keluarga kecil yang... Tinggal sementara di dunia tetapi tinggal selamanya didalam hati ini :) Love you all!

Hei, teman! Apa kabarmu? Sudah lama ya kita tidak berbicara satu dengan yang lainnya? Dan mungkin saja kau atau beberapa lainnya sudah muak, sangat muak melihatku disini. Bahkan surat ini. Entah ini dapat disebut surat atau malah curcol biasa. Hahaha. Hei, teman! Apakah kau sadar? Kau yang sekarang dengan sikap aroganmu itu? Dengan mata yang sangat arogan itu menatapku? Hei, aku ingin tahu apa kesalahanku hingga nyaris tidak ada orang yang mau berbicara lagi padaku. Dulu, mereka pasti marah jika aku tidak membalas pesan mereka. Ya, kejadian itu sudah lama sekali. Dan sekarang itu terjadi padaku kawan! Aku tidak marah kok. Aku pernah melakukan hal yang sama padamu bukan? Tidak ada alasan yang logis untuk membuatku marah lho! Lihat! Sekarang saja aku tertawa! Jangan cemas aku tidak apa-apa kok!

Ironis, eksistensi sesaatku hanyalah seperti angin. Tidak. Semua manusia eksistensinya seperti angin. Sesaat untuk dinikmati dan hilang. Datang dan pergi dalam kehidupan. Ha-h, kesepian. Perasaan yang tak asing lagi 'kan? Yah, aku senang kok melihat kalian bersenang-senang. Tidak ada satu orang itu tidak berarti banyak kok! Sayang, hei sahabat! Kau mungkin dengan mulut ularmu dapat memutar balik fakta yang ada. Sekalipun begitu, kau masih tetap teman(baca:Sahabat) yang baik untukku. Sekalipun sakit. Hubungan manusia itu hanyalah sebatas benang yang tampak terlihat seperti rantai. Terlihat kokoh tetapi mudah hancur dan putus. Hanya karena kesalahan kecil, atau mungkin... Tidak mengetahui kesalahan masing-masing. Kita bukan anak kecil lagi, seharusnya kau juga bisa mengendalikan emosi dan mengubah bagaimana cara berfikir. Dan seharusnya kita bisa belajar dari anak kecil. Kenapa? Mereka bertengkar, dan dengan naif dan polosnya meminta maaf satu sama lain dengan hati yang tulus. Apa kita tidak bisa? Jujur saja, aku tidak mengerti salahku padamu itu apa. Semakin dewasa permasalahan semakin merepotkan. Dulu aku ini sebagai figur yang berguna untukmu. Aku bisa menjadi temanmu, ibumu, kakakmu, saudaramu. Sekarang, apakah masih bisa sama?

Hei, teman! Apa kau berfikir kenangan yang kita buat sia-sia? Dan mungkin segalanya ini harus diakhiri. Joker. Mungkin aku seperti itu. Hidup berpindah-pindah tempat, diterima sesaat dan dibuang. Seperti angin. Angin berhembus ketika orang membutuhkan, dan hilang saat orang itu merasa baikkan. Hmm, mungkin aku seperti itu, mungkin. Baiklah kusudahi saja semua surat ini mungkin kau juga muak mendengar segalanya dari sini. Hahaha, aku tidak bisa dan pandai dalam mengekspresikan diriku. yang kubisa melewati kata-kata sarkastis nan hiperbola ini. Setelah membaca ini aku juga tidak berharap kau masih mau menerimaku atau tidak. Jika benar-benar membenciku tinggalkan saja. Ha-h mulai lagi. Baiklah, terimakasih atas segalanya ya! Aku walau bagaimanapun tidak akan menyesal bertemu denganmu...!!

Hei, sahabat!! Kapan kita bisa bermimpi bersama lagi?

Kapan kita bisa berbagi cerita hingga larut lagi?

Kapan segalanya tidak perlu ditutup-tutupi begini?

Jika kau memintaku menunggu untuk semua itu, akan kulakukan.

Jika kau bilang kita tidak dapat bersama lagi, memori itu tetap ada.

Kita, sahabat, saudara.

Tertanda:

-salam, orang yang kaubenci: Malice baskerville a.k.a Natasha Johanna-

Jumat, 01 Oktober 2010

The Stupid Pierrot

Maaf maaf maaf saya kelupaan ngetik nmajalah mingguan versi saya huhuhu (aka FF) tapi kali ini saya gabikin FF gpp ya? Orific aja boleh? Agak OOT sih tapi mind to RnR?

Title: Stupid Pierrot

Disclaimer © ME!! ME!! FINNALLY ME!!

Main idea:Saat berangan-angan kapan nonton Titanic lagi dan impian gila saya terkabul

(near, far WHEREVER YOU ARE *nyanyi*)

Warning: WRONG GRAMMAR!!*inggris abal modeon*

Hey, stupid pierrot why did you wear a mask?

Seorang gadis berjalan-jalan berkeliling kota, jubah lusuhnya menyapu jalan berdebu disekitarnya. Tampak sejumlah koin emas ia genggam, benda apakah yang akan ia beli?

Sebuah topeng.

Ya, tunggu! Kenapa dia membeli topeng? Kenapa dia tidak membeli makanan saja? Oke, sang author juga tidak tahu kenapa #dihajarame-rame.Oke abaikan. OOT.

Gadis itu berlari kearah gang yang terpencil dimana orang-orang yang tinggal dikota tidak dapat menemukannya. Dari ujung gang itu tampak beberapa anak-anak kecil melompat-lompat menyambut kehadirannya. Sang gadis kecil yang diketahui bekerja sebagai pierrot atau badut mengeluarkan makanan yang berhasil ia curi dari balik jubah merahnya itu. Dia memberikan makanan itu sembari melawak menghibur anak-anak itu. Tampil sebagai sosok yang periang dan siap membantu siapapapun, tampak seperti anak remaja biasanya yang periang dan tampak tidak mengeluh walau keadaan sudah seburuk itu.

Mencuri dan mencuri demi bertahan hidup dan memenuhi makanan dari anak-anak terlantar di gang itu. Dia keluar dari gang itu dan kembali mencari makan untuk malam harinya.

Why did you still wear that mask?

Hari telah sore dan ia sudah sangat lelah, ia tidak berhasil menemukan apapun untuk dimakannya. Putus asa dan tertekan atas keadaan itu dia pergi ke dermaga dekat gang di pinggir kota itu. Dia duduk dan merenung. Berbicara pada dirinya sendiri.

If, at the time i complain in front of them what will they said about me?

Hey stupid pierrot why didn’t you honest to yourself?

I already honest at it.

No, no you’re lying. Even now you are opening your mask in this place you still wear your mask in front of yourself and that kids.

What are the proof of it?

That’s why you didn’t talk about your feeling in front of them right? That’s why you always hide in this place and talk to yourself.

I know i’m such a pitiful girl but I already honest in front of them!!

Our pitiful Pierrot wear her mask again! Until when will she stopped to lie to herself?

Just stop it and shut up!

What is the differences between the “you” in ‘here’ and “you” in ‘there’? It is the same. The same ‘people’ who wear a ‘mask’. To act strong and weak. The one who showed up her sad faces it was the real one. What is the differences with you? You’re the one who was sad but pretend and showed up to be happy. It was the same by using a mask right?

You don’t know me!! Why did you talk like you know me well!?

Because ‘you’ are me and I am is you.

I regreting everything right now. That I’m such a coward. If I run I will leave a painful things again right? Or, may be you’ll be happy if I never been existed in your life.

If, if I sinks into the sea I’ll never been able to breathe.

If, if I am an echo, once I gone it’ll be never come back twice.

If, if I already forgotten about everything, you won’t feel pain.

You should be happy that I am not there anymore.

Gadis itu terbangun akibat suara camar di horizon yang membelah langit dan air itu, Hari sudah gelap menandakan malam telah hadir menyambut bulan. Gadis bertampang lusuh itu hanya dapat mengingat-ngingat mimpi anehnya saat itu tanpa mengeri apa artinya. ‘Topeng’ yang ia kenakan dan ‘topeng’ yang menutupi perasaannya. Apa alasannya? Munafikkah ia jika begitu? Mengatakan hal yang seharusnya ia katakan menjadi petaka untuknya. Mengatakan apa yang tidak ingin ia katakan malah menjadi bencana untuknya. Menyuarakan pendapatnya malah terjadi pertempuran disana-sini. Apa haknya untuk bicara itu memang tidak pernah ada? Apa dia harus terus bersembunyi dibalik sosok ‘topeng’ yang ‘ceria’ itu. Padahal jujur dalam dirinya dia membutuhkan seseorang yang ingin mengerti dirinya dan selalu ada jika ia membutuhkannya. Apakah impian memiliki orang seperti itu harus dikuburnya dalam-dalam? Malang. Ironis.

Sarkastis bukan? Sama seperti sang author.

Gadis itu hanya kembali ke arah gang bersiap menghadapi keluhan anak-anak dan kembali mencuri untuk mereka hingga sebuah suara membisikan sesuatu ditelinganya. Atau, dia yang membisikannya kepada dirinya sendiri?

Hey, stupid pierrot…

Than who is the one standing here? Is that ‘you’ or who?

The one who still wear it mask or the one who has oppenned it?

And can you guess who the real is that supid pierrot?

And She is…

If I die, I would become the wind so will you still remember me then?

Or may be you’ll laugh at my funeral?

Will you cry over me if I die?

Who cares about it anyway, even my parents? NO. NEVER.

Why we live in this such place when nobody can accept us as a ‘human’

Why did they want to control us the one who weak?

We have right to keep surviving in this stupid world don’t we?

We have something to do also in this world.

The undead…

The one who they can’t see…

~~OWARI~~

Pendek? Pendek? BANGET!! ORE MATI IDEEEE!! Cuman jadi 2 lembar Ms.words dan ini.. hah… susah ya dimengerti apa maksudnya?

Dan 5 orang pertama yang dapat menebak the real supid pierrot pertama dapat merequest apapun dari saya. Terserah bebas. =_= ß keberatan sendiri, baka author.

Dan message terahirnya gue keanya nulis sambil kesurupan deh =-=o

Cukup, horror sendiri.