Jumat, 01 Oktober 2010

The Stupid Pierrot

Maaf maaf maaf saya kelupaan ngetik nmajalah mingguan versi saya huhuhu (aka FF) tapi kali ini saya gabikin FF gpp ya? Orific aja boleh? Agak OOT sih tapi mind to RnR?

Title: Stupid Pierrot

Disclaimer © ME!! ME!! FINNALLY ME!!

Main idea:Saat berangan-angan kapan nonton Titanic lagi dan impian gila saya terkabul

(near, far WHEREVER YOU ARE *nyanyi*)

Warning: WRONG GRAMMAR!!*inggris abal modeon*

Hey, stupid pierrot why did you wear a mask?

Seorang gadis berjalan-jalan berkeliling kota, jubah lusuhnya menyapu jalan berdebu disekitarnya. Tampak sejumlah koin emas ia genggam, benda apakah yang akan ia beli?

Sebuah topeng.

Ya, tunggu! Kenapa dia membeli topeng? Kenapa dia tidak membeli makanan saja? Oke, sang author juga tidak tahu kenapa #dihajarame-rame.Oke abaikan. OOT.

Gadis itu berlari kearah gang yang terpencil dimana orang-orang yang tinggal dikota tidak dapat menemukannya. Dari ujung gang itu tampak beberapa anak-anak kecil melompat-lompat menyambut kehadirannya. Sang gadis kecil yang diketahui bekerja sebagai pierrot atau badut mengeluarkan makanan yang berhasil ia curi dari balik jubah merahnya itu. Dia memberikan makanan itu sembari melawak menghibur anak-anak itu. Tampil sebagai sosok yang periang dan siap membantu siapapapun, tampak seperti anak remaja biasanya yang periang dan tampak tidak mengeluh walau keadaan sudah seburuk itu.

Mencuri dan mencuri demi bertahan hidup dan memenuhi makanan dari anak-anak terlantar di gang itu. Dia keluar dari gang itu dan kembali mencari makan untuk malam harinya.

Why did you still wear that mask?

Hari telah sore dan ia sudah sangat lelah, ia tidak berhasil menemukan apapun untuk dimakannya. Putus asa dan tertekan atas keadaan itu dia pergi ke dermaga dekat gang di pinggir kota itu. Dia duduk dan merenung. Berbicara pada dirinya sendiri.

If, at the time i complain in front of them what will they said about me?

Hey stupid pierrot why didn’t you honest to yourself?

I already honest at it.

No, no you’re lying. Even now you are opening your mask in this place you still wear your mask in front of yourself and that kids.

What are the proof of it?

That’s why you didn’t talk about your feeling in front of them right? That’s why you always hide in this place and talk to yourself.

I know i’m such a pitiful girl but I already honest in front of them!!

Our pitiful Pierrot wear her mask again! Until when will she stopped to lie to herself?

Just stop it and shut up!

What is the differences between the “you” in ‘here’ and “you” in ‘there’? It is the same. The same ‘people’ who wear a ‘mask’. To act strong and weak. The one who showed up her sad faces it was the real one. What is the differences with you? You’re the one who was sad but pretend and showed up to be happy. It was the same by using a mask right?

You don’t know me!! Why did you talk like you know me well!?

Because ‘you’ are me and I am is you.

I regreting everything right now. That I’m such a coward. If I run I will leave a painful things again right? Or, may be you’ll be happy if I never been existed in your life.

If, if I sinks into the sea I’ll never been able to breathe.

If, if I am an echo, once I gone it’ll be never come back twice.

If, if I already forgotten about everything, you won’t feel pain.

You should be happy that I am not there anymore.

Gadis itu terbangun akibat suara camar di horizon yang membelah langit dan air itu, Hari sudah gelap menandakan malam telah hadir menyambut bulan. Gadis bertampang lusuh itu hanya dapat mengingat-ngingat mimpi anehnya saat itu tanpa mengeri apa artinya. ‘Topeng’ yang ia kenakan dan ‘topeng’ yang menutupi perasaannya. Apa alasannya? Munafikkah ia jika begitu? Mengatakan hal yang seharusnya ia katakan menjadi petaka untuknya. Mengatakan apa yang tidak ingin ia katakan malah menjadi bencana untuknya. Menyuarakan pendapatnya malah terjadi pertempuran disana-sini. Apa haknya untuk bicara itu memang tidak pernah ada? Apa dia harus terus bersembunyi dibalik sosok ‘topeng’ yang ‘ceria’ itu. Padahal jujur dalam dirinya dia membutuhkan seseorang yang ingin mengerti dirinya dan selalu ada jika ia membutuhkannya. Apakah impian memiliki orang seperti itu harus dikuburnya dalam-dalam? Malang. Ironis.

Sarkastis bukan? Sama seperti sang author.

Gadis itu hanya kembali ke arah gang bersiap menghadapi keluhan anak-anak dan kembali mencuri untuk mereka hingga sebuah suara membisikan sesuatu ditelinganya. Atau, dia yang membisikannya kepada dirinya sendiri?

Hey, stupid pierrot…

Than who is the one standing here? Is that ‘you’ or who?

The one who still wear it mask or the one who has oppenned it?

And can you guess who the real is that supid pierrot?

And She is…

If I die, I would become the wind so will you still remember me then?

Or may be you’ll laugh at my funeral?

Will you cry over me if I die?

Who cares about it anyway, even my parents? NO. NEVER.

Why we live in this such place when nobody can accept us as a ‘human’

Why did they want to control us the one who weak?

We have right to keep surviving in this stupid world don’t we?

We have something to do also in this world.

The undead…

The one who they can’t see…

~~OWARI~~

Pendek? Pendek? BANGET!! ORE MATI IDEEEE!! Cuman jadi 2 lembar Ms.words dan ini.. hah… susah ya dimengerti apa maksudnya?

Dan 5 orang pertama yang dapat menebak the real supid pierrot pertama dapat merequest apapun dari saya. Terserah bebas. =_= ß keberatan sendiri, baka author.

Dan message terahirnya gue keanya nulis sambil kesurupan deh =-=o

Cukup, horror sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar