Kegajean malem-malem(lagi)
Mengandung gombal berlebihan(sejak kpn gue belajar ginian cuih!)
© malice Baskerville
Takut…
Aku takut…
Semua orang akan takut jika mengetahui kenyataan mereka akan mengalami kehilangan…
Kehilangan apa yang sudah menjadi kebiasaan mereka, apa yang berharga bagi mereka…
Seperti biasa, datang dengan cara tidak terduga…
Aku-disini memutuskan sendiri, mengenang segalanya…
Tidak butuh banyak kata untuk mendeskripsikan apa yang kurasakan…
KAGET
Aku-yang sudah lama berharap
Aku-yang berjuta kali menumpahkan air mata…
Aku-yang setiap malam berdoa
Tidak menyangka akan mendapat kejutan ini
Tetapi, apabila ini berakhir
Bukankah aku akan jatuh terhempas lagi?
Mulai menjadi kebiasaan, muncul di saat semua orang tengah tertidur lelap.
Meniti semua dari awal…
Aku-si ratu malam
Aku-orang munafik
Aku-orang pembawa sial
JUJUR
Aku iri,
Melihat semua dengan mata ini, penuh kepalsuan.
Aku-orang yang tertawa dengan ceria
Aku-orang yang tertawa sekalipun sakit hati
Aku-orang yang memalingkan diri dari diri sendiri
Aku, hanya butuh seseorang…
Seperti kata Oz di Pandora Hearts :
“Alice hanyalah perlu menjadi Alice”
Jutaan kali kuulangi kata-kata itu, apakah… Aku bisa menjadi ‘aku’ nantinya…?
Tidak,
Aku butuh seseorang yang rela mengatakannya dengan tulus…
Dia yang mengatakannya kepada dirinya sendiri, dia yang mengatakannya juga kepadaku…
Demi siapakah kau berkata begitu, dirimu, kita, atau aku?
Aku yang hanya bisa mendengarkan, aku yang memutuskan untuk menutup diri, aku yang berharap setengah mati untuk kembali…
Apa hasilnya?
AKU ADALAH ORANG YANG BERUBAH!! Jutaan kali aku menafsirkan bahwa orang lain dan AKU yang berubah…
Kenyataan… AKU adalah orang yang LEBIH BERUBAH DRASTIS dari siapapun.
Aku-yang sebenarnya lemah ini, hanya ingin bergantung… Aku yang ingin mengatakan apa yang kurasakan sudah tidak lagi diijinkan dan mengijinkan diri sendiri berbuat seperti itu.
TIK
TIK
TIK
Senyap disini, hanya bunyi jam diruangan yang dapat terdengar hingga detik ini.
Menunggu…
Untuk?
Tidak ada, bahkan aku tidak tahu apa yang kutunggu.
Aku hanya berkata “izinkan aku untuk berada disisimu ketika kau membutuhkan seseorang.” Apakah aku berharap sebaliknya?
Atau, akukah yang terlalu meragukan segalanya?
Atau, aku yang terlalu berharap?
~ACABAT~
wth apaaan neh... corhat bukan shortpoem bukan.. ckckck gabakat nulis maksain nulis gini nih --
Tidak ada komentar:
Posting Komentar