Sabtu, 02 April 2011

Ore no Fanfic Chapter 2

Minna-saaaan I come with the next chapter!! Ehm, I’m on my mid-term test and next week ish, ish, Final Term semester test!! Goosh I really am tired DX but I’ll continue this! Idk why but I like my orifice, well, I think this is the success one :O yaay ! Here we come!


When Nobody Become Somebody
3 March 2011 © by Arisualicemalice
Published at malicepandorahearts.blogger.com



“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

“BERISIIK!! NONA XION MASIH INGIN TIDUR!!”

PRAAANG!!

“RAVIERREE!!!”

“MAAFKAN AKU KNOOX!!”

Chapter 2: Blank Memories; the first mission… WHAT THE HEECK!!

“Raaaavviereeee~~!!” terdengar nada tunggu seram dari ruang tamu. Yah, siapa lagi kalau bukan Knox, Vivienne dan Xion- sang nyonya rumah- disana. “Maafkan aku, aku nggak sengaja kok. Akan kugantikan sungguh!!” Bodohnya aku, pagi-pagi sudah merusuh. Maklumi aku! Aku hampir, atau memang nggak tidur setelah Vivienne muncul tadi pagi.

FLASHBACK

“Yah, kau anak baru!! Kau sudah tahu belum kerjaan kita akan apa saja?” Kerjaan!? “Ng-nggak tahu.” BRAAAAK!! Yah, itu sound efek dari majalah yang diambil Vivienne barusan. Knox mundur 3 langkah dan Xion, DIA HANYA SENYUM-SENYUM SAJA!!? HAAI!! TOLONG AKUU!!! Yah tentunya itu barusan adalah jeritan dalam hatiku yang paling dalam. Sedalam-dalamnya karung terdalam didunia ini kalau ada dan pernah dibuat sih.”KNOX!! APA KAU TIDAK MENJELASKAN APA-APA!!?” “K-kan tadi katanya kau sudah mendengar percakapan kami!! Tentu saja nggak!! Belum tepatnya,” dengan nada yang dari tinggi ke rendah. Yah, dasar payah!! “Haah, ya sudah. Dengar ya anak muda, kami disini bekerja dengan membantu orang-orang yang hmm, terlibat kasus yang polisi nggak bisa memecahkannya. Secara, kami disini manusia yang punya kemampuan ‘lebih’ seperti yang dijelaskan mereka!” “Euh, ya.. Lalu kebanyakan misi kriminal-“ “SIAPA YANG PERNAH BILANG KRIMINAL HAH!!? KASUS DENGAN POLISI!!” Tidaak! Ini seolah-olah akhir dari hidupkuu!! Kenapa gadis dengan rambut panjang berwarna coklah ini nggak santai sekali sih!! Aduuh, sekarang aku memilih Xion daripada dia walau nggak kalah besar kemungkinan Xion lebih bisa ehm, galak dan ganas dari dia. Aura ruang tamu disini menjadi… Mengerikan dan brutal. “Contohnya, mencari seorang ayah yang hilang di gunung es disini,” dia menunjuk sebuah peta. “Dan, imbalannya biasanya uang yang jumlahnya kau nggak akan bisa memikirkan kau akan mempergunakannya untuk apa.” Waaah!! Pasti banyak sekali!! Setidaknya aku mengerti soal uang. “Tetapi, jika kau gagal… Itu artinya kau kembali kesini dengan Luka-luka parah atau kemungkinan terburuk mati,” 1… 2… 3… “MATIII!!?” Aku nggak bisa menahan diri untuk tidak menjerit. “Ya, begitulah… Dulu kami ada 10 orang tetapi… 3 mati. Dan sisa kami ber-7 ditambah kau jadi 8.” Seketika itu hening. Aku merasa tidak enak hati dengan Vivienne. “V-Vivienne, anu maaf,” nggak ada tanggapan. Haduuuuh!! Salahku ya ini semua salaahkuuu!! “Ini bukan salahmu kok,” sambar Vivienne dengan wajah sendu sedikit. “Vivienne mempunyai skill membaca perasaan dan pikiran orang,” sambar Xion ceria. Yah, percakapan kaku itu berlangsung hingga…

END OF FLASHBACK,

“Kalau kau ngantuk tidur saja,” sambar Knox. Oh iya ya, dari tadi dia nggak ngomong apa-apa. Tetap saja aku merasa bersalah sama Vivienne. “Dian anti juga ceria kok, nggak perlu difikirkan sampai segitunya !” Mata gold-nya Knox menatapku cemas. Aku tahu walau nggak mengangkat wajahku, kami berjalan kekamarku. DUK! “Aduh, apaan sih?” “Biar kau nggak murung begitu terus! Memang kenapa sih!? Semalam kau kelihatan ketakutan setengah mati begitu sama Vivienne sekarang malaah cemas, bukannya orang normal yah disini senang kalau ‘musuh’nya terpukul atau sedih, aku tahu kau nggak terlalu suka dengan sifat Vivienne tetapi kau malah cemas sampai seperti itu.” Kenapa ya? Kenapa? Aku juga nggak ngerti tapi aku merasa ini salahku… Salahku… Karena apa? Nggak ada alasannya juga sih?
“Ini salahmu!”

Siapa? Suara siapa itu? Salahku?

“Kalau kau nggak terlempar kesini kau nggak akan menyakiti hatinya,”

Jadi harusnya aku dimana? Apa maksudmu?

“Dia menjelaskan kematian 3 orang lain karena kau baru datang jelas itu salahmu!”

Hah? Jadi aku ini siapa sebenarnya?

“RAVIERRE!!” Hah? Knox? “Kau ini kenapa sih? Bicara sendiri dari tadi?” ‘Tadi ada suara! Aku nggak salah dengar kok! Ada suara…” Knox menghela nafas sejenak. “Suara itu, bilang apa?” “Katanya, ini salahku kalau aku nggak hilang ingatan, kalau aku nggak disini dia nggak akan sedih seperti itu,” Knox tersenyum pahit dan tertawa? Hah? Apa yang lucu? Dasar kacau! “Kau ini, benar-benar kehilangan hingatan ‘kan? Abaikan saja suara itu!! Siapapun kau, apapun kau, kau masih tetap memiliki tempat! Eksis itu nggak salah kok! Setiap orang memiliki hak tersebut !” Iyakah? Benarkah? Entah kenapa, rasanya… Kata-katanya pernah kudengar? Dan membuatku semangat? Aku tersenyum sedikit dan menyentuh gagang pintu didepanku dan- AGH!!

“Seandainya aku nggak ada, seandainya aku dan saudaraku nggak memiliki dua benda ini, kami pasti tidak dunia ini pasti nggak akan menjadi sengsara begini! Seandainya aku nggak pernah lahir, seandainya aku nggak pernah ada, dan eksis nggak ada yang perlu menderita…”

“Bodoh kau ! Siapapun kau, apapun kau, kau masih tetap memiliki tempat! Eksis itu nggak salah kok! Setiap orang memiliki hak tersebut ! Memang siapa yang bilang kau itu membuat orang mederita? Memang salah makhluk itu yang membuat teman-teman kita …”

“Ya, untuk membalas makhluk itu kita harus menyelesaikan misi ini, menghancurkan dua benda ini, walau nyawa bayarannya!”

“Tapi apa nggak apa-apa membunuh kembaranmu sendiri?”

“…. Aku…”


……
……….
…………….

“Re… “Ravierre ? Sudah, sadar?” Apa itu tadi? Mimpi kah? Tapi rasanya nyata sekali? Aku sedang apa dengan satu orang lagi? Aku nggak ingat lagi… Tetapi rasanya… “Hoi, jawab!” Knox ? “Iya, aduuh kau ini berisik sekali ! Aku nggak bisa fokus lagi nih!” “Memang apa yang kau lakukan sih?” Apa nggak apa-apa kalau kuberitahu ? Yah, mungkin iya? “Aku ingat sesuatu, tetapi ..” “IYA!? APAKAH ITU!!” Knox kau itu antusisas banget, aku yang ingat kau yang semangat, tetap saja badanku lemas. “Aku ingat ada seseorang dan kami memiliki misi untuk menghancurkan 2 benda tapi aku nggak ingat benda apa itu, dan teman-temanku dalam misi itu… Mati.” Knox terdiam sejenak. “Mungkin karena mendengar kata ‘mati’ kau merasa bersalah sebegitu besar pada Vivienne. Jadi kau merasa sangat terpukul seperti tadi.” Mungkin benar, haah, sebenarnya apa yang terjadi…? “Knox? Apa aku boleh masuk?” “ya, Xion masuklah!” Xion masuk dengan selembar surat. “Kita mendapat misi, dan kali ini yang kukirim adalah kalian berdua Knox, Ravierre bersiaplah!” “APA!! MISI!!? APA MISINYA!?” Aku belum sehat benar ya ampuuun!! “Gampang sih, kalian diundang ke pesta dansa dan memastikan pesta tersebut nggak ada masalah!” “Dansa!! Aku nggak mau dansa sama anak ini!!” “Apa-apaan sih! Kau kira aku mau dansa dengan orang yang baru kukenal 2 hari!!?” “Hah! Bilang saja kau nggak bisa dansa! Dasar nggak professional!!” “Berisiiik!! Kau dari tadi cerewet sekali sih!!” “Sudah-sudah! Knox! Ravierre-chan! Tenang-tenang! Aku nggak mau mengganggu Vivi-chan !” “MASA BODOH!!” Oke, jeritan yang terakhir itu kamu sebutkan dengan berbarengan! Dari awal saja sudah nggak kompak! Misi pertama ini, apa akan berhasil!?

~~TBC ~~

Wii Rav! It seems there’ll be lot of fun for you and Knox!? Kno(ck)X ‘dem out!! It’ll be great! #dissmiss me. Well, I wonder what will happen next at their first mission!! And somebody will go home also! More person! And I haven’t done the pict also DX my my my!!

Song this week:
-Super Stream-Yoko Hisawa(IS-ED)
-Taishou.a-aNnina
-So Dive!-R.A.M

Well that’s on this week! Jaa ne!

PS: SORRY FOR MY REALLY REALLY LATE UPDATE DESHUUU DX

Tidak ada komentar:

Posting Komentar