May be you felt that I am, changing again become a person that you don’t ever know. If you felt that, yes I am.
Ah, let’s begin our topic
‘Tranpsarant’ world. Dunia maya, Virtual World. Saya mengangkat tema ini alasannya bukan semata-mata bermaksud atau ingin menyindir. Hanya saja ini sudah menjadi beban pikiran saya sejak lama.
F-b Twitt, dsb jejaring social. Sangat tidak asing lagi. Setiap kali anda menyalakan CPU anda, menyalakan monitor membuka jendela baru dan mengetik link yang anda tuju. Mungkin anda adalah salah satu user tersebut, asya mau memfokuskan ini pada para ‘otaku’. Oke, saya akui saya adalah salah satunya. Tetapi jika anda adalah Rp’er atau minimal memiliki ‘teman-teman’ di dunia tersebut…?
1.Eksis
Kalau boleh saya tahu, apakah arti eksis dimata anda? Apakah tujuanmu membuat akun RP atau, memutuskan mencari teman di dunia luar? Tentu saja untuk berteman. Tetapi ada mungkin yang hanya iseng? Ah, saya cukup tahu kenapa beberapa otaku mungkin di KEHIDUPAN RIILnya dianggap RENDAH.
Ngomong-ngomong soal eksis, sya mungkin kurang dapat pointnya. Mungkin di add oleh ratusan orang per hari? Memiliki ribuan Friends? Atau siblings yang berderet dari atas hingga bawah? Tetapi yang membuat saya bingung adalah, ‘lalu, setelah ke-‘eksis’an mereka tercapai, selanjutnya apa? Apakah… Masih ada tujuan lain? Masih ada… Hal lain?’. Tolong bagi orang yang merasa diri eksis jawab pertanyaan ini, karena saya benar-benar merasa ‘aneh’ selama ini.
2.Friendship.
Part ini saya mau membahassoal persahabatan di dunia maya. Yang entah kenapa, saya merasa ini semua sudah ‘flat’. Ya, sercara sisi in dapat terlihat betapa erat hubungan orang dari jarak ribuan atau jutaan km ke tempat asal, teteapi… Bagi saya, tetap saja itu semua tidak RIIL. Sekalipun kamu hidup REAL dan saya juga REAL tetap saja dunia ‘kita’ ini terbatasi… Dan seperti ‘terbatasi’.
Oke, saya akan membahas dari sini :
1.Kurosaki Natochi/Naoto
Awal mula RP saya. Saya memilih RP mjd dia krn entah mengapa saya sedang ingin mencoba ‘menjadi’ laki-laki. Dan sukses besar. Saya sadar saya telah menipu puluh-ratus-ribuan orang. Memberikan harapan kosong yang jelas, padahal SAYA CEWEK TULEN YANG TOMBOY. Itu saja. Dan semua itu NON-OOC. Tapi saat itu gue juga mikir, ‘kalo gue tetep begini, sama aja gue bohong dan, kasian orang-orang yg tertipu,’ padahal saat itu gw lagi ‘eksis-eksisnya’. Dan sahabat gue banyak. Dan saat itu gue lagi POLOSTOTHEMAX, gue ga mikirin sebab-akibat yang lain. ‘Seandainya gue ttp begini, dan tiba” gue jadi suka cewek beneran, kan ga lucu. Gue harus balik ke kodrat gue yang sebenarnya dong!’. Dan tanpa sadar gue sudah membuat keputusan yang sangat besar. Yang gue gatau akibatnya bakal jadi seperti ini,
2.Malice Baskerville
Jujur ini akun kesayangan gue, di tempat ini terlalu banyak yang terjadi.Karakter gue berubah 360 derajat,. Disini gue gangerti mood dan gue gangerti diri gue sendiri #remajalabil #remajagalau #remajasuram. Disini semua feel itu hilang. Dulu gue bales Wall to wall dengan semangat entah kenapa disni dan selanjutnya dan sebelum gue kesini saat-saat teerakhir gue di akun 1 semua feel itu ilang. Ngebales wall buka semenyenangkan dulu lagi. Malah seperti ‘kewajiban’ dan.. Perasaan susah diungkapkan dengan kata-kata. Dan karena ada masalah yang cukup besar akun ini gue tutup.
3.Real Account: Natasha Johanna
Akhirnya gue mentransfer sebagian sangat besar temen2 gue kesini. Emosi gue disini ga ada perubahan malah makin parah dari sebelumnya. Disini gue mencoba mengkompare karakter 1 dan 2 gue.dan alhasil GATOT dan MAKIN PARAH. Di titik kegagalan ini gue ngerasa bosan sama aktifitas inn lagi, tapi gue gapunya pengalih… Gue bukan orang yang dulu, gue udah ‘mati’. Dulu semangat gue seakan-akan bias gue salurkan ke orang lain sekarang… Jangan kan buat orang lain buat diri sendiri aja ga becus? Sampe gue cukup jarang ol akhir2 ini dan kemarin gue liat ada 3 guru nge add gue setelah masalah yang timbul disekolah cukup besar dan gue terlibat. Guru2 itu bakal memonitor aktifitas gue dan gue gamau. Ga ngerti kan rasanya distalk sama orang? Untuk menjatuhkan kita? Oke ego gue gede gue akuin,
Gue ga berharap orang bakal suka atau mau jadi temen gue lagi. Jadi temen ya sukur ga yaudah. Gue bukan tipe yang bakal panic kalo dibenci, bukan yang what dia begini begini begini, ngga. Apa gue salah kalo ninggalin semua ini? Toh, lo masih bias hidup tanpa gue. Gue ini apa Cuma sebatas dunia maya, gue ga riil. Gue juga salah menentukan RP utk menentukan pemikiran gue, dan tanpa sadar saat gue menjiwai peran itu jati diri gue ynag jadi korban, dan ketika gue balik? Dan orang2 lebih suka gue yg dulu? Apa yg bis ague lakukan?? Dunia maya ini hanya sebatas ini. Dan semua ini terlalu transparan. Saya tidak menyinggung tetapi ada beberapa orang yng terlalu membawa ‘kami’ teman dunia maya terlalu riil. Padahal faktanya ‘kami’ dan ‘anda’ hanyalah sebatas monitor-online ini. Saya pribadi sekarang membentengi diridengan pernyataan ‘saya dimata kamu, di dunia maya inihanyalah android berperasaan dan sebaliknya’. Ditambah menyelesaikan masalah di dunia riil tidak segampang di dunia maya. Di dunia maya tinggal matikan computer, cabut modem selesai. Beda sama real yang harus ketemu muka tiap hari. Kita ga semudah mematikan seperti itu. The point si jangan terlalu berharap pada saya-orang dari dunia maya-ini dan hiduplah di kenyataan. Bukan di fatamorgana seperti ini. Saya berharap readers dapat berfikir lebih jauh lagi dan bukan seperti saya dan ‘kaum’ saya yang egois dan berfikiran sempit.
Jumat, 14 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar